INFO76 informasi berbagai berita nasional dan internasional
9 Penyebab Jerawat Muncul di Tempat yang Sama, Jangan Anggap hati hati
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Hampir semua orang pernah mengalami munculnya jerawat. Jerawat kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, dan mengganggu penampilan jika tumbuh di wajah.
Jerawat merupakan peradangan kulit yang mengenai kelenjar sebum dan folikel rambut akibat tersumbatnya pori-pori kulit. Jerawat dapat muncul di mana saja, selama terdapat kelenjar sebum
Sumbatan pori-pori kulit penyebab jerawat dapat disebabkan oleh kotoran, sebum, dan bakteri yang menumpuk. Ini semua dapat menyebabkan reaksi radang dan bisa menyebabkan infeksi.
Bukan hanya cadangan minyak dan sel-sel kulit mati yang bisa memperbesar pori-pori, namun juga beberapa faktor eksternal, seperti pemakaian terus menerus menggunakan gaya rambut tertentu, sering menggunakan topi, tidur dengan posisi yang sama terus menerus, dan lain sebagainya.
Wajah dengan jerawat sangat mengganggu penampilan. Terlebih jerawat terus muncul di tempat yang sama seperti selalu muncul di dahi, dagu, atau hidung. Padahal, bermacam obat dan perawatan sudah digunakan. Namun, jerawat di dagu, hidung atau dahi itu tetap muncul di tempat yang sama.
Sebagian orang mengira bahwa jerawat yang terus muncul di tempat yang sama disebabkan oleh makanan saja. Padahal, makanan penyebab jerawat bukan satu-satunya tersangka yang harus disalahkan. Masih banyak penyebab jerawat lainnya yang membuatnya terus muncul di tempat yang sama.
Berikut penyebab jerawat muncul di tempat yang sama yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber
Konsumsi Makanan Berminyak
Penyebab jerawat terus muncul di tempat yang sama bisa karena konsumsi makanan berminyak. Ternyata, kondisi kulit dapat mencerminkan jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Kalau diet harian kamu mengandung banyak gorengan atau makanan berminyak lainnya, sudah dipastikan hal itu akan berdampak pada kulit. Sering konsumsi makanan berminyak akan membuat kelenjar minyak memproduksi lebih banyak minyak.
Hal ini akan menyumbat pori-pori dan bisa menyebabkan peradangan. Hingga akhirnya menjadi penyebab timbulnya jerawat di tempat yang sama. Untuk mengatasi jerawat muncul di tempat yang sama ini, kamu bisa beralih ke diet yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan yang bermanfaat bagi kulit, seperti sayuran, kacang-kacangan, dan aneka beri.
Stres Berkepanjangan dan Penggunaan Produk Tidak Sesuai
Stres Berkepanjangan
Stres merupakan bagian alami dari kehidupan. Tetapi jangan memelihara stres secara terus-menerus di dalam pikiran, karena stres berkepanjangan bisa berdampak pada pola tidur yang terganggu, produksi minyak wajah yang berlebihan, hingga peradangan pada kulit.
Apabila stres berkepanjangan dibiarkan, bisa menjadi penyebab jerawat terus muncul di tempat yang sama. Oleh karena itu, kenali cara mengelola stres sangat penting. Tidak hanya untuk kesehatan kulit, tetapi juga untuk kesejahteraan hidup secara keseluruhan.
Untuk meminimalkan stres, cobalah untuk berolahraga secara teratur, berlatih yoga, atau meditasi untuk membantu menenangkan pikiran sebelum tidur.
Menggunakan Produk Perawatan Tidak Sesuai Jenis Kulit
Penyebab jerawat selalu muncul di tempat yang sama berikutnya adalah penggunaan produk perawatan wajah yang tidak sesuai dengan jenis kulit. Alih-alih ingin menjaga dan mempercantik kulit, produk tersebut malah menyebabkan timbulnya jerawat yang tak terkendali.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis kulit dan kemudian pilih produk yang sesuai guna menghindari munculnya jerawat. Jika masih awam tentang jenis kulit, bisa minta bantuan dokter spesialis kecantikan kulit.
Namun secara umum, ketika membeli produk perawatan wajah cobalah untuk menghindari campuran bahan kimia dan bahan-bahan keras di dalamnya. Selain akan mengeringkan kulit, produk-produk jenis ini akan menurunkan kualitas kulit. Untuk itu, selalu gunakan produk perawatan kulit wajah yang menggunakan bahan alami.
Memencet Jerawat Sembarangan
Ternyata, cukup banyak orang yang merasa gemas ingin memencet jerawat saat sudah terlihat besar dan matang. Meski sangat mengganggu penampilan, kebiasaan buruk yang satu ini juga dapat membuat kulit jadi iritasi, muncul hiperpigmentasi, bahkan juga memperparah kondisi kulit.
Banyak orang secara sengaja maupun tidak sengaja menyentuh bahkan memencet jerawat untuk memperkecil ukurannya. Padahal, bila dilakukan dengan sembarangan, kebiasaan ini justru bisa membuat bekas jerawat yang kamu pencet terinfeksi bakteri, sehingga memunculkan jerawat baru di area yang sama.
Jika memang ingin mengempeskan atau menghilangkan jerawat, pastikan tidak melakukannya sendiri. Serahkan ke ahlinya dengan mengunjungi dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Asupan Air Putih Kurang dan Tidak Rutin Eksfoliasi
Asupan Air Putih Kurang
Kulit kita mengandung sekitar 64 persen air. Untuk itu, menghidrasi kulit merupakan bagian tak terpisahkan guna mendapatkan kulit yang lebih cerah dan sehat. Caranya dengan cukup minum air putih setiap hari.
Jika mampu, minumlah air putih setidaknya 8 gelas per hari. Jika kurang cukup minum air putih tiap hari, kulit akan terlihat tidak segar, kusam, dan kasar.
Tidak Rutin Melakukan Eksfoliasi Wajah
Penyebab jerawat muncul di tempat yang sama berikutnya adalah tidak melakukan eksfoliasi wajah setidaknya seminggu sekali. Eksfoliasi wajah membantu mengangkat lapisan sel kulit mati pada permukaan kulit dengan lembut. Dengan melakukan eksfoliasi wajah, pembersih dan pelembab akan bekerja lebih efektif masuk ke dalam pori-pori dan lapisan kulit.
Tidak Mencuci Wajah dan Menyentuhnya dengan Tangan
Tidak Mencuci Wajah Secara Rutin
Tidak mencuci wajah dua kali setiap hari bisa menyebabkan jerawat terus muncul di tempat yang sama. Memiliki kebiasaan buruk tersebut dapat menyebabkan timbulnya jerawat di hidung atau dahi. Pastikan kamu mencuci wajah setiap hari, pagi dan malam.
Saat mencuci wajah, penting untuk menjaga keseimbangan antara wajah bebas dari kotoran dan tidak menghilangkan minyak alami yang baik untuk kulit. Jadi, jika belum melakukannya, mulailah dari sekarang untuk mencuci wajah secara rutin setiap hari di pagi dan malam hari untuk mencegah terinfeksi bakteri.
Menyentuh Wajah dengan Tangan
Penyebab timbulnya jerawat di tempat yang sama seperti di hidung atau dahi berikutnya adalah kebiasaan menyentuh atau memegang wajah dengan tangan. Meski telah dicuci bersih, tangan dan jari sebenarnya masih mengandung banyak bakteri yang bisa mengakibatkan peradangan dan infeksi pada kulit.
Setiap kali menyentuh atau memegang wajah, kamu secara tidak sadar telah memindahkan bakteri tersebut ke kulit. Bakteri akan terperangkap di dalam pori-pori yang bisa menyebabkan munculnya jerawat di tempat yang sama. Untuk mengatasinya, cobalah sebisa mungkin untuk menghindari menyentuh atau memegang wajah setiap hari.
Memperlakukan Kulit Wajah dengan Kasar
Bagaimana pun jenis kullit yang kamu miliki, sebenarnya kulit memiliki tekstur yang sangat lembut. Oleh karena itu, kamu perlu memperlakukan kulit wajah dengan lembut dan halus.
Jangan memperlakukan kulit secara kasar dan agresif saat membersihkannya. Jangan juga menggunakan produk perawatan kulit yang memakai bahan kimia yang keras seperti toner berbasis alkohol. Hal ini akan menjadi penyebab jerawat terus muncul di tempat yang sama.
Kompas- KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Politisi asal Partai Golkar ini diduga terlibat kasus suap terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. Azis diduga memberi uang sebesar Rp 3,1 miliar kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Azis dijemput paksa oleh penyidik KPK di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (24/9) malam. Ia langsung digelandang ke Gedung KPK. Kader Golkar ini dijemput lantaran mangkir dari panggilan penyidik. Usai ditetapkan sebagai tersangka, politisi yang relatif masih muda ini pun langsung ditahan KPK. Daftar panjang Kasus Azis Syamsuddin ini menambah daftar panjang politisi yang terjerat kasus korupsi. Sebelum Azis, KPK juga baru saja menangani kasus korupsi yang melibatkan Juliari. Menteri Sosial pertama Jokowi di periode kedua ini "menyunat" bantuan sosial bagi warga korban pandemi. Politisi asal PDI Perjuangan ini divonis 12 tahu...
Idn Times Jakarta, - Laporan intelijen CIA bertajuk The President's Daily Brief tahun 1965 mengungkap bahwa semestinya ada delapan jenderal yang diculik pada 30 September 1965 malam hingga 1 Oktober 1965 dini hari, bukan tujuh. Padahal sejarah mencatat, ada tujuh jenderal yang diculik. Sejumlah petinggi militer itu diculik dan dibunuh dalam sebuah usaha kudeta. Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan nama Gerakan 30 September/PKI atau G30S/PKI. Enam jenazah jenderal dan satu perwira TNI AD dikubur dalam sebuah sumur tua yang sempit, berdiameter 75 senti meter dengan kedalaman 12 meter. Sumur itu kemudian dikenal dengan nama Lubang Buaya, berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur. Jenazah tujuh petinggi TNI yang kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi itu, baru ditemukan pada 3 Oktober 1965. Siapakah jenderal yang selamat dalam peristiwa kelam itu? Brigjen Ahmad Sukendro disebut-sebut dalam laporan CIA Berdasarkan laporan intelijen CIA bertajuk The President's Daily Brief pa...
JAKATA, Kompas - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi dalam penyelenggaran sekolah tatap muka di masa pandemi virus corona. Namun demikian, pemerintah tetap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) demi mencerdaskan generasi muda bangsa. "Bahwa ada tantangan di sana-sini yes, tapi kita lebih takut dan ngeri lagi kalau generasi yang akan datang jadi tidak berpendidikan dan jadi bodoh," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (27/9/2021). Sejauh ini, kata Luhut, tidak ada masalah yang tak bisa dikendalikan pemerintah dalam penyelenggaraan PTM terbatas di masa pandemi. Ia mengklaim bahwa sistem yang dibangun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terkait hal ini sudah cukup baik. Namun demikian, Luhut tak menampik bahwa semua kebijakan memiliki risiko tersendiri. "Jadi seperti dal...
Komentar
Posting Komentar